
suarabalumbung.com , Situbondo– Juru pelihara cagar budaya Sunarto yang menyimpan batu Phallus di kediamannya, Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur berinisiatif menitipkan benda cagar budaya tersebut di Museum Balumbung.
“Setelah sekian tahun ada di rumah saya, usai diamankan dari lokasi yang rentan keamanannya, saya pikir lebih bersifat edukatif bila ditaruh di museum,” ucap Sunarto.
Rabu (29/4/2026) setelah berkoordinasi dengan Bidang Kebudayaan Dispendikbud Kabupaten Situbondo, pihaknya memutuskan menitipkan benda cagar budaya berupa 2 buah batu phallus itu ke Museum Balumbung yang terletak di Kecamatan Asembagus.
“Selain itu, ada satu artefak berupa buli-buli dari tanah liat yang kami titipkan,” imbuh Sunarto.
Kabid Kebudayaan M.Zuhri Effendi membenarkan bahwa pihaknya secara resmi menitipkan aset cagar budaya tersebut ke Museum Balumbung.
“Ya, tinggalan cagar budaya yang cukup langka ini diharapkan bisa diakses para pembelajar, pelestari cagar budaya dan masyarakat umum agar mengetahui dan memaknai nilai penting sebuah jejak peradaban Situbondo kuno,” ujar Zuhri.(*)
Pewarta: Irwan Kurniadi
