Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara
Menelan Hari Kutelan semua hari gelap berlapis gelap— ẓulumātun ba‘ḍuhā fawqa ba‘d Di dalam perut waktu aku mendengar satu kalimat perlahan: lā ilāha illā anta, subḥānaka Hausku jadi laut tanpa…
Menelan Hari Kutelan semua hari gelap berlapis gelap— ẓulumātun ba‘ḍuhā fawqa ba‘d Di dalam perut waktu aku mendengar satu kalimat perlahan: lā ilāha illā anta, subḥānaka Hausku jadi laut tanpa…
Hikayat Santri di Malam Hari Seorang santri diam di depan musala menahan lapar dalam perut yang menggema di sela-sela zikirnya. Malam memeluknya dari belakang dengan khusuk untuk menaunginya dari dingin…
Mendadak hujan turun deras, gemuruhnya seperti letupan kesal, rintiknya menerpa atap, mencari celah di lubang kehilangan. Mestinya dini hari ini terasa sunyi, sesekali hanya terdengar suara kambing, sapi, atau ayam…
Ke pasar membeli batik Tidak lupa membeli kerang Berkatalah dengan baik Agar engkau di sukai banyak orang Membatik dihulu karang Membawa tepung, tepung kanji Baik – baiklah kepada semua orang…
JEJAK SUNYI BALUMBUNG (I) Di tanah timur yang menyimpan cahaya tua nama Balumbung kembali membuka mata seperti doa yang bangkit dari abu cerita menyentuh waktu yang lama jatuh di hening…