Kam. Jun 11th, 2026

suarabalumbung.com, Sukabumi – Produksi sampah Kota Sukabumi saat ini mencapai 190 ton per hari. Dari volume itu, sekitar 132 ton masih harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul yang kapasitasnya semakin terbatas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Yudi Sutriana, menegaskan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga adalah solusi utama. Kebijakan ini selaras dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi untuk mengurangi beban TPA melalui pengelolaan dari sumber.

“Kalau masyarakat sudah memilah sampah sejak awal, volume yang masuk ke TPA akan jauh berkurang. Ini menjadi kunci utama penanganan sampah yang berkelanjutan,” ujar Yudi , Rabu  (10/06/026).

Surat Edaran untuk Pelaku Usaha, Penertiban 52 TPS Liar

Sebagai bentuk keseriusan, DLH menerbitkan surat edaran kepada toko, restoran, rumah makan, kafe, hingga pusat perbelanjaan. Surat itu mewajibkan pemilahan sampah sebelum diangkut petugas.

DLH tidak memberikan toleransi. “Sampah yang masih tercampur tanpa proses pemilahan tidak akan kami angkut,” tegas Yudi.

Selain menyasar pelaku usaha, DLH juga menertibkan puluhan titik pembuangan sampah liar. Berdasarkan data DLH, ada 52 TPS liar yang tersebar di berbagai wilayah dan kini menjadi prioritas penertiban.

“Sebelum dilakukan penutupan, sosialisasi akan dilakukan agar masyarakat memiliki alternatif lokasi pembuangan yang sesuai aturan,” jelas Yudi.

Siapkan Call Center Pengaduan

Untuk mempercepat respons terhadap keluhan kebersihan, DLH Kota Sukabumi tengah menyiapkan layanan call center pengaduan sampah.

“Layanan tersebut diharapkan menjadi jalur resmi bagi masyarakat dalam menyampaikan laporan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur,” tandasnya.

Dengan budaya pilah dari rumah, penertiban TPS liar, dan jalur pengaduan yang jelas, DLH berharap usia pakai TPA Cikundul bisa lebih panjang sekaligus mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih bersih dan berkelanjutan.(IK)

Pewarta: Irwan Kurniadi

By IK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *