Sel. Jul 28th, 2026
Peserta diskusi berpose di peringgitan .

suarabalumbung.com, Situbondo–  Upaya menghidupkan kembali Gedung Eks Karesidenan Besuki sebagai museum memasuki babak penyusunan story line serta kajian teknis. Diskusi terkait revitalisasi gedung bersejarah itu digelar di Pendopo Pate Alos, Situbondo, pada pukul 10.00 – 14.15 WIB.

Pertemuan ini dihadiri Tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jatim, Tenaga Ahli Bupati Situbondo, Bidang Kebudayaan Dispendikbud Kabupaten Situbondo, Tim Ahli Cagar Budaya / TACB Kabupaten Situbondo, serta sejumlah tokoh masyarakat Besuki dan arkeolog.

Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas story line museum dan tahapan teknis revitalisasi. Tujuannya agar gedung ini tidak hanya dipugar fisiknya, tetapi juga mampu menyajikan nilai-nilai luhur sejarah Besuki dari masa ke masa untuk generasi mendatang.

“Kami membahas bagaimana gedung ini bisa hidup kembali sebagai museum. Bukan sekadar merenovasi bangunan, tapi mengembalikan ingatannya,” ujar Rizky Oesmansjah, Arkeolog dari Tim BP Kebudayaan Wilayah XI Jatim, saat ditemui usai diskusi.

Menurut Rizky, Gedung Eks Karesidenan Besuki merupakan saksi bisu peradaban penting di wilayah Tapal Kuda. Selama bertahun-tahun bangunan ini hanya diam. Kini saatnya untuk kembali difungsikan sebagai ruang edukasi dan kebudayaan.

“Menjaga sejarah bukan tugas satu orang. Ini tugas kita semua. Langkah kecil hari ini, untuk warisan besar anak cucu nanti,” tambahnya.

Rizky berharap hasil diskusi ini menjadi titik terang untuk menghidupkan kembali salah satu warisan sejarah Situbondo. Dengan konsep museum yang tepat, gedung ini diharapkan bisa menjadi pusat pembelajaran sejarah sekaligus destinasi wisata budaya.

Pihak BP Kebudayaan Wilayah XI bersama Pemkab Situbondo akan menindaklanjuti hasil diskusi ini ke tahapan survei, pendataan koleksi, dan penyusunan DED revitalisasi.

Gedung Eks Karesidenan Besuki sendiri merupakan salah satu bangunan peninggalan kolonial yang memiliki nilai sejarah tinggi di Jawa Timur. Jika revitalisasi berjalan lancar, museum ini ditargetkan menjadi ikon baru pelestarian budaya di Situbondo.(PGS)

 

Pewarta: Pika Gustina Sari

By IK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *