suarabalumbung.com, Malang — Prestasi membanggakan datang dari insan permuseuman Situbondo. Dua orang asesi delegasi Kabupaten Situbondo dinyatakan lolos Uji Kompetensi Asesmen LSP Lembaga Sertifikasi Profesi Permuseuman.
Uji kompetensi tersebut digelar oleh AMIDA (Asosiasi Museum Daerah Jawa Timur) di Museum Panji, Kabupaten Malang pada 29-30 Juli 2026.
Dua nama yang berhasil meraih sertifikat kompetensi nasional itu adalah Irwan Kurniadi alias Irwan Rakhday dan Agung Hariyanto. Keduanya bukan nama baru di dunia permuseuman Situbondo. Mereka merupakan di antara para pendiri Museum Balumbung Situbondo.

Siapa Irwan Kurniadi dan Agung Hariyanto? Irwan dikenal sebagai salah satu pegiat sejarah dan budaya di Situbondo, lolos lewat skema Edukator.
Agung Hariyanto yang juga sebagai pengawas yayasan yang menaungi Museum Balumbung dikenal aktif dalam kegiatan pelestarian, pendataan koleksi, hingga edukasi kepada pelajar, lolos lewat skema Kurator.
Dengan lolosnya keduanya dalam asesmen LSP Permuseuman, maka Situbondo kini memiliki 2 SDM museum bersertifikat BNSP yang kompetensinya telah diakui secara nasional.
Uji Kompetensi di Museum Panji Malang
Asesmen yang difasilitasi AMIDA Jawa Timur ini menguji 4 rumpun utama kompetensi SDM Museum sesuai SKKNI 306 Tahun 2017, meliputi: Kurator, Edukator, Konservator, dan Registrator.
Data yang dihimpun dari panitia, para asesi sejumlah 21 orang diuji melalui 3 metode: wawancara, verifikasi portofolio, dan unjuk kerja. Sedangkan Tim asesor LSP Permuseuman yang bertugas antara lain: Ir. Adang Ruhiyatna, H.Yiyok T.Herlambang, Punto dan Mahefa.
Ketua AMIDA Jawa Timur, Dwi Cahyono menyampaikan bahwa sertifikasi ini penting untuk meningkatkan profesionalitas pengelola museum daerah.
“Kami ingin museum tidak hanya jadi tempat menyimpan benda, tapi juga pusat pendidikan dan kebanggaan masyarakat,” ujarnya.
Lolosnya Irwan dan Agung mengantongi sertifikat berhologram BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) diharapkan menjadi angin segar bagi perkembangan Museum Balumbung Situbondo dan museum daerah di Situbondo khususnya yang akan segera didirikan.
Sementara itu , Plt Sekdis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, Sucipto menyatakan bahwa dengan bekal kompetensi bersertifikat, keduanya ditargetkan mampu merancang program edukasi yang lebih kreatif, meningkatkan animo pengunjung, dan menjadikan museum sebagai pusat pembelajaran sejarah lokal.
“Ini bukan akhir, tapi awal. Dengan sertifikat ini kami punya tanggung jawab lebih besar untuk memajukan Museum Balumbung bahkan untuk mendukung revitalisasi gedung eks karesidenan Besuki sebagai museum daerah serta mengenalkan sejarah Situbondo ke generasi muda,” ujar Sucipto via telepon.(YSH)
Pewarta: Y.Setiyo Hadi
