
suarabalumbung.com, Malang– Lembaga Sertifikasi Profesi Permuseuman Indonesia bersama Asosiasi Museum Daerah Jawa Timur atau AMIDA Jatim menggelar kegiatan asesmen kompetensi bagi sejumlah insan museum pada 29-30 Juli 2026.
Ketua AMIDA Jatim, Dwi Cahyono, menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan standarisasi Sumber Daya Manusia permuseuman di Jawa Timur. LSP Permuseuman menghadirkan empat asesor, yaitu Adang Ruhiyatna, Yiyok T. Herlambang, Mahefa, dan Punto.
“Strategi jemput bola kami terapkan agar peningkatan SDM museum yang bersertifikasi profesi tidak hanya terpusat. Asesor langsung turun ke daerah, menguji sesuai skema kompetensi masing-masing, dan memberikan rekomendasi yang aplikatif,” ujar Dwi Cahyono.
Dalam asesmen ini, setiap peserta diuji sesuai skema kompetensi yang telah dipilih. Berikut daftar peserta asesmen:
Y. Setiyo Hadi dari Museum Boemi Poeger mengikuti skema Kurator.
Aries Purwantiny dari Museum Daerah Kabupaten Lumajang mengikuti skema Kurator.
Dewi Cahyandari dari Museum HAM Munir mengikuti skema Hubungan Masyarakat dan Pemasaran Museum.
Asti Widya Adriyani dari Museum Telu mengikuti skema Humas.
Frestika Nur Puspitasari dari Museum Telu mengikuti skema Edukator.
Azizah Maulida dari Museum Telu mengikuti skema Registrator.
Agung Hariyanto dari Museum Balumbung, Situbondo mengikuti skema Kurator.
Irwan Kurniadi dari Museum Balumbung, Situbondo mengikuti skema Edukator.
Mochammad Triatmanto Agustiono dari Museum 10 Nopember mengikuti skema Kurator.
Listya Sidharta dari Museum Teknoform mengikuti skema Kurator.
Sintia Budiarti Wahyulilla dari Regional Chief Economist Center atau RCE Center KPPN Malang mengikuti skema Humas.
Toetik Koesbardiati dari Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR mengikuti skema Kurator.
Delta Bayu Murti dari Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR mengikuti skema Kurator.
Abdullah Kamal dari Museum Probolinggo mengikuti skema Register.
Syamsul Arif dari Museum Probolinggo mengikuti skema Edukator.
Maria Carmelia Supit dari Museum Keraton Yogyakarta bidang Laboratorium Konservasi mengikuti skema Konservator.
Ade Sahrul dari Museum Gubug Wayang mengikuti skema Edukator.
Ari Setiawan dari Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari mengikuti skema Humas dan Pemasaran Museum.
Sonny Rosandy dari Museum Musik Dunia mengikuti skema Kurator.
“Semua peserta yang mengikuti asesmen dinyatakan lolos kompeten, ini karena semua peserta memang pekerja museum sehingga portofolio dan pengalaman mereka tidak diragukan lagi,” terang Dwi.
Dwi Cahyono berharap hasil asesmen ini dapat menjadi dasar penyusunan program peningkatan kapasitas lanjutan. Dengan SDM yang kompeten dan tersertifikasi, pengelolaan museum di daerah diharapkan semakin profesional dan mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.(PGS)
Pewarta: Pika Gustina Sari
