Rab. Sep 9th, 2026

 

Sania Rasyid disambut Pengurus museum dan Sekcam Asembagus, H.Erwan Darmawan, Selasa (8/9/2026) sore. (Foto: Dok.Sania Rasyid)

suarabalumbung.com, Situbondo– Novelis Indonesia Sania Rasyid melakukan riset data sejarah di Museum Balumbung, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, pada Selasa 8 September 2026. Kedatangannya bertujuan mengumpulkan bahan untuk menyusun karya fiksi berlatar sejarah.

 

Sania Rasyid yang telah memulai karir kepenulisannya sejak tahun 2006 itu tampak menelusuri koleksi museum dan mencatat sejumlah informasi dari petugas pengelola.

 

“Saya ke Museum Balumbung untuk menggali data sejarah Situbondo. Data-data ini akan saya pakai sebagai referensi menulis novel baru dengan latar sejarah,” ujar Sania kepada wartawan di lokasi.

 

Ia menjelaskan memilih Situbondo karena wilayah di ujung timur Jawa ini memiliki jejak sejarah panjang yang belum banyak diangkat dalam karya fiksi. Menurutnya, cerita lokal yang kuat dapat menjadi latar yang menarik untuk novel sejarah.

 

Salah satu karya populer Sania Rasyid adalah novel Romansa STOVIA. Novel fiksi sejarah itu mengisahkan perjalanan empat pemuda dari berbagai daerah di Indonesia saat menempuh pendidikan di STOVIA atau School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, sekolah kedokteran pertama bagi pribumi di Batavia pada tahun 1918.

 

Dalam novel tersebut, cerita berfokus pada persahabatan empat sekawan yaitu Yansen pemuda Minahasa, Hilman pemuda Sunda, Sudiro pemuda Jawa, dan Arsan pemuda Minang. Mereka digambarkan bersama-sama berjuang mengejar impian menjadi dokter di tengah bayang-bayang masa lalu, ketidakadilan rasial, serta diskriminasi di lingkungan sekolah kolonial.

 

Sania menyebut novel itu menyajikan dinamika hidup yang lengkap. Mulai dari kisah cinta, hubungan keluarga, pencarian jati diri, hingga misteri pembunuhan seorang pengusaha Belanda menjadi bagian dari alur ceritanya.

 

Kedatangan Sania ke Museum Balumbung disambut pihak pengelola museum bersama Sekretaris Kecamatan setempat, Erwan Darmawan.

“Tentu kamiĀ  siap membantu para penulis dan peneliti yang ingin mengangkat sejarah Situbondo , diantaranya melalui karya sastra,” ungkap Edukator Museum Balumbung, Irwan Rakhday.

 

Riset di Museum Balumbung ini , imbuh Irwan, diharapkan menjadi langkah awal Sania dalam menulis novel baru dengan latar Situbondo.(*asa)

Pewarta: M.Andiy Syamsul Arifin

 

By IK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *