Probolinggo, suarabalumbung.com-Di bawah naungan matahari yang cerah, bumi Probolinggo menjadi saksi bisu lawatan objek bersejarah yang sarat nilai penting. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA Propinsi Jawa Timur baru-baru ini jelang medio Desember 2025 menyelesaikan lawatan sejarah yang telah menjadi tradisi tahunan selama satu dekade terakhir. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru sejarah dari berbagai sekolah di Jawa Timur, dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan kepedulian mereka dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah.
Dari SMAN 1 Kraksaan hingga ke tempat-tempat bersejarah di Probolinggo, guru-guru sejarah menelusuri jejak masa lalu yang terukir di setiap sudut kota. Candi Jabung, dengan arsitektur Hindu-Budha yang masih terawat dengan baik, menjadi salah satu destinasi yang paling dinanti. Guru-guru sejarah dapat melihat langsung struktur candi, relief, dan ukiran yang menghiasi dinding candi, serta mempelajari sejarah dan makna di balik candi tersebut.

Selain itu, kunjungan ke Dam 8 juga memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Dam 8 merupakan salah satu contoh infrastruktur irigasi yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Guru-guru sejarah dapat melihat langsung struktur dam, sistem irigasi, dan mempelajari sejarah di balik pembangunan dam tersebut.
Museum Probolinggo dan Museum dr. Moh. Saleh menjadi destinasi berikutnya, menyajikan koleksi sejarah dan budaya Probolinggo yang sangat luas. Guru-guru sejarah dapat mempelajari sejarah dan budaya Probolinggo secara lebih mendalam dan memahami konteks sejarah yang lebih luas.
“Lawatan sejarah ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru-guru sejarah dalam mengajar dan melestarikan warisan budaya dan sejarah,” kata Ketua MGMP Jawa Timur, Ismail.
Ditambahkan, pihaknya berharap kegiatan itu dapat meningkatkan minat dan kepedulian guru-guru sejarah dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah, serta meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar.
Di malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang membahas tentang strategi pengajaran sejarah yang efektif dan cara melestarikan warisan budaya dan sejarah. Diskusi ini sangat bermanfaat bagi guru-guru sejarah dalam meningkatkan kompetensi mereka.
Tahun depan, lawatan sejarah MGMP Jawa Timur akan diadakan di Surabaya. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat terus meningkatkan kompetensi dan kepedulian guru-guru sejarah dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah.
