Sab. Mei 30th, 2026
Menelan Hari

Kutelan semua hari
gelap berlapis gelap—
ẓulumātun ba‘ḍuhā fawqa ba‘d

Di dalam perut waktu
aku mendengar satu kalimat perlahan:
lā ilāha illā anta, subḥānaka

Hausku jadi laut tanpa pantai
tubuhku tenggelam,
nafsu yang kehabisan udara,
dan aku tak menemukan apa pun
kecuali napas yang tersengal-sengal

Bukankah Yunus diselamatkan
ketika ia lenyap dalam pengakuan?

Hari ini aku tidak lapar—
aku sedang dicerna cahaya
daging-daging keinginanku hancur,
tulang kesombonganku larut,
namaku mengendap
di relung-palung Tuhan

Dan ketika senja datang
kubuka tubuh-lukaku
yang kembali ke permukaan
setelah jiwa belajar tentang arti tenggelam

2026

Kota Tanpa Perlawanan
Jalalabad; 2021

Ada sebuah kota dalam dadaku
yang dulu dipenuhi dendam,
ingatan, dan keinginan membalas

Hari ini aku memasukinya tanpa senjata
gerbangnya terbuka sendiri

Temboknya runtuh tanpa disentuh
pengampunan mengalir seperti sungai-sungai darah
yang menemukan jalan pulang kesucian

Aku tidak tahu lagi siapa yang memaafkan
aku tidak tahu lagi siapa yang dimaafkan

Semua nama-nama terbakar
dalam keluasan yang enggan membutuhkan sejarah

2026

Antara Petang dan Pantang

Di antara putih dan hitam
bulan sabit dipisahkan temaram
kini yang kubedah tinggalah
petang dan pantang

Di hari-hari yang kian telanjang,
tubuhku alang-melintang
menarik satu kata cabar

Berjingkat aku ke sidratul muntaha
pohon-pohon bidara bersembunyi
dari segala bunyi yang dilucuti makna

Di antara petang dan pantang
menggugu ku bermimpi di rimba
gegar kata-kata

2026

 

Rifqi Septian Dewantara asal Balikpapan, Kalimantan Timur lahir pada Mei, 1998. Karya-karyanya tersebar di berbagai media online seperti Media Indonesia, BeritaSatu, Suara Merdeka, Borobudur Writers & Cultural Festival, Bali Politika, Tatkala.co, Selasar Media, dan lain-lain. Buku antologi puisinya berjudul LIKE diterbitkan oleh Pustaka Ekspresi sekaligus meraih Penghargaan Sastra Penyair Favorit Bali Politika 2024. Buku kumpulan puisi tunggalnya Aku Tidak Datang dari Masa Depan (Langgam Pustaka, 2025). Bisa disapa melalui Instagram: @rifqiseptiandewantara

By redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *