Sel. Jul 28th, 2026

suarabalumbung.com, Situbondo-Kawasan bekas Pabrik Gula Olean di Desa Olean, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur resmi dipersiapkan TNI AD menjadi Markas Yonif Teritorial Pembangunan dan Brigif TP. Alih fungsi bangunan kolonial itu disambut positif pegiat cagar budaya.

Irwan Rakhday, Kepala Museum Balumbung Situbondo yang aktif dalam upaya pelestarian cagar budaya, menilai rencana TNI justru menyelamatkan PG Olean dari kerusakan.

PG Olean yang tidak termanfaatkan memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Dengan pemanfaatan untuk kebutuhan masa kini oleh TNI, bangunan ini justru akan menjadi aset cagar budaya yang terpelihara dan lestari,” ujar Irwan Rakhday saat ditemui di Museum Balumbung, Senin (29/6/2026).

Dari Pabrik Gula ke Markas Pertahanan

Kawasan eks PG Olean memang tengah dipersiapkan menjadi Marshalling Area, lokasi persiapan prajurit yang bertugas. Struktur Yonif TP nantinya terdiri dari 9 kompi lengkap: kompi senapan, kompi markas, hingga kompi khusus bidang pertanian, peternakan, konstruksi, dan kesehatan.

Pembangunan tahap awal difokuskan pada barak prajurit, dapur umum, garasi alat berat, dan pengerasan jalan akses. Target TNI AD, pembangunan fisik area markas sementara rampung pertengahan Juli 2026.

Pembentukan markas baru ini disebut sebagai bagian komitmen TNI AD untuk memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah di Situbondo. Progres penyiapannya dapat dipantau melalui liputan resmi Antara Jatim.

Cagar Budaya Harus Hidup, Bukan Mati di Foto

Bagi Irwan, bangunan bersejarah akan awet jika terus “dipakai” dan dirawat. PG Olean yang dibiarkan kosong justru rentan rusak, terbakar, atau dijarah. Kehadiran Yonif TP memberi fungsi baru tanpa menghapus jejak sejarahnya.

“Bangunan kolonial itu ibarat manuskrip. Kalau disimpan di lemari lalu kuncinya hilang, ia akan lapuk. Tapi kalau dibaca, dipakai, dirawat, ia akan hidup. TNI masuk dengan barak, dapur umum, garasi, itu bentuk ‘membaca’ dan ‘merawat’ yang paling nyata,” jelasnya.

Ia berharap renovasi yang dilakukan TNI tetap memperhatikan unsur arsitektur asli PG Olean. Dinding bata, struktur atap, dan tata ruang lama bisa dipertahankan sebagai identitas. “Kalau perlu dibuat papan informasi sejarah di tiap titik. Jadi prajurit yang bertugas juga paham, mereka sedang menjaga tanah yang dulu menggerakkan ekonomi Situbondo lewat gula,” tambahnya.

Salah satu sudut di dalam kawasan PG Olean.

 

Harapan ke Depan

Irwan mendorong sinergi antara TNI AD, Pemkab Situbondo, dan komunitas budaya. Museum Balumbung siap membantu dokumentasi, pemetaan nilai sejarah, serta edukasi kepada prajurit dan warga sekitar.

“PG Olean bisa jadi contoh nasional: markas militer yang juga ruang belajar sejarah. Pertahanan kuat, budaya lestari. Dua-duanya jalan,” pungkasnya.

Irwan Rakhday

Dengan langkah ini, PG Olean tidak hanya jadi tempat persiapan prajurit, tapi juga saksi hidup bahwa pembangunan dan pelestarian bisa berjalan beriringan.(*)

Pewarta: Pika Gustina Sari

By IK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *