suarabalumbung.com, Situbondo– Kabar paling ditunggu untuk urat nadi transportasi Jawa-Bali akhirnya datang dari ujung timur Jawa. Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan menyiapkan gebrakan besar: membuka rute penyeberangan langsung Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Bali.
Langkah berani ini diproyeksikan menjadi game changer yang akan mengakhiri mimpi buruk antrean kilometer kendaraan logistik yang selama ini menumpuk dan mengular di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan, rencana ini bukan wacana. Pemerintah daerah bersama KSOP dan seluruh stakeholder terkait akan melakukan kunjungan kerja resmi ke Kabupaten Buleleng, Bali, dalam waktu dekat.
“Insyaallah pekan depan kami bersama KSOP dan lainnya akan berkunjung ke Buleleng menemui bupati, untuk membuka akses Jangkar-Celukan Bawang, karena ini diyakini bisa mengurai kepadatan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang,” ungkap Bupati Rio dengan nada optimistis usai memimpin upacara Hari Perhubungan Nasional 2026 di Pelabuhan Panarukan, Jumat (18/9/2026).
Menurut bupati muda yang akrab disapa Mas Rio itu, rute Pelabuhan Jangkar-Pelabuhan Celukan Bawang bukan sekadar jalur alternatif, melainkan solusi permanen untuk memperlancar arus distribusi logistik Jawa-Bali yang selama ini menjadi titik lemah konektivitas nasional.
Jika rute ini terkoneksi, ribuan truk dan kendaraan logistik tidak perlu lagi berjibaku dalam antrean panjang di jalur utama. Distribusi barang akan lebih cepat, lebih murah, dan ekonomi dua pulau akan terkerek naik.
Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, memastikan Pelabuhan Jangkar sudah sangat siap secara operasional untuk misi besar ini. Pelabuhan tersebut selama ini sudah eksisting dan terbukti tangguh melayani rute Jangkar-Lembar, Lombok.
“Pelabuhan Jangkar sudah eksisting, melayani penyeberangan Jangkar-Lembar (Lombok). Jadi, Pelabuhan Jangkar sudah siap secara operasional,” tegas Herland.
Ia menambahkan, momentum Hari Perhubungan Nasional ke-55 Tahun 2026 dengan tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” menjadi saat yang paling tepat untuk merealisasikan konektivitas baru ini.
“Dan memperkuat konektivitas, membangun kolaborasi, dan menghadirkan pelayanan transportasi yang semakin aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan dibukanya rute ini, Situbondo diprediksi akan menjadi gerbang logistik baru Jawa Timur dan penopang utama pariwisata serta ekonomi Bali Utara.(*pgs)
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Pika Gustina Sari

