
suarabalumbung.com, Situbondo – Sebanyak 60 pelajar MTs NU Islamiyah Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengisi Kegiatan Tengah Semester (KTS) dengan belajar sejarah di Museum Balumbung yang terletak di utara Taman Kota Asembagus, Selasa (6/10/2026).
Kunjungan tersebut dimanfaatkan para siswa untuk mengenal lebih dekat sejarah lokal Kabupaten Situbondo, mulai dari era prasejarah hingga era sejarah zaman klasik.
Kepala Museum Balumbung, Irwan Rakhday, yang juga bertindak sebagai edukator museum, menyebut kegiatan ini sebagai kunjungan sejarah. Yakni, pembelajaran berbasis bukti-bukti tinggalan arkeologis sebagai data otentik untuk merunut narasi sejarah.
“Mereka mengobservasi, mencatat, kemudian menyusunnya dalam bentuk artikel. Sehari kemudian, mereka memaparkan kembali materi di hadapan teman dan guru pendamping,” ujar pria yang di KTP-nya bernama Irwan Kurniadi itu saat ditemui di lantai 2 Gedung MTs NU Islamiyah, Rabu (7/10/2026).
Sementara itu, guru pendamping, Morni Hayati, menilai kegiatan tersebut sangat positif karena memberikan tambahan wawasan bagi anak didik, khususnya pada mata pelajaran IPS.
“Para siswa jadi tahu sejarah lokal Kabupaten Situbondo, khususnya dari era prasejarah dan era sejarah zaman klasik,” ucap Morni.
Kesan serupa disampaikan salah satu siswi, Fenti Nailatul. Ia mengaku sangat terkesan dengan pengalaman belajar di luar kelas tersebut.
“Seru pokoknya, saya jadi tahu ternyata temuan-temuan dari zaman batu dan zaman logam di Situbondo ini menarik untuk dibahas,” kata Fenti.

Pengurus Museum Balumbung, Nur Wahid Arif Yaman, yang turut memaparkan materi sejarah, menegaskan pihaknya akan melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi pelajar.
“Kita tahu, para pelajar adalah generasi penerus bangsa yang tentunya harus paham dengan sejarah, karena di sanalah jati diri bangsa muncul. Kita mengambil makna positif dari perjalanan peradaban manusia. Untuk itu, kita segera kunjungi sekolah-sekolah dalam suatu program yayasan,” tutur Arif.
Pewarta: Pika Gustina Sari
