Rab. Sep 9th, 2026
Gudang milik pengusaha Andi Herwanto yang terbakar, Kamis (13/8/2026) siang. (Foto:ikr)

suarabalumbung.com, Situbondo – Percikan api dari pembakaran bambu di seberang jurang yang terbawa angin kencang diduga menjadi penyebab kebakaran sebuah gudang pupuk organik, kandang ayam, dan gudang kayu di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Kamis (13/8/2026).

Kobaran api yang awalnya berasal sekitar 50 meter dari lokasi itu merambat cepat dan menghanguskan bangunan semi permanen berukuran 100 x 50 meter hingga menimbulkan kerugian ditaksir Rp100 juta. Api baru berhasil dipadamkan pukul 16.42 WIB oleh petugas Damkar Second City Asembagus  bersama warga.

Kronologi: Api Loncat dari Seberang Jurang

Berdasarkan laporan Camat Banyuputih, Aus Sawaruddin, kebakaran pertama kali diketahui pemilik gudang, Andi Herwanto, 50, warga Kp. Krajan RT 001 RW 006 Desa Sumberejo.

“Sekira pukul 14.00 WIB saya ditelepon warga. Saat sampai di lokasi, gudang sudah dalam keadaan terbakar,” ujar Andi.

Kemudian dirinya menghubungi Sekcam Asembagus, H. Erwan Darmawan yang selanjutnya disambung ke petugas Damkar.

Camat Aus menjelaskan, menurut keterangan saksi Kepala Dusun Bendera, M. Jatim Hartono, titik awal api bukan dari dalam gudang.

“Awalnya saya (M.Jatim, red) dihubungi Pak Iwan selaku mandor gudang. Penyebab kebakaran diduga dari bambu yang terbakar membawa bara api dari arah timur, kurang lebih 50 meter dari gudang, ditambah angin kencang,” kata Aus menirukan keterangan saksi.

Menerima laporan tersebut, Andi Herwanto langsung menghubungi Sekcam Asembagus, H. Erwan Darmawan. Damkar dan Satpol-PP Second City Asembagus kemudian dikerahkan dan tiba di lokasi pukul 14.30 WIB.

Tidak Ada Korban, Kerugian Materil Rp100 Juta

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun kerugian materil cukup besar.

“Alhamdulillah nihil korban. Untuk kerugian materil bangunan semi permanen beserta isinya ditaksir sekitar seratus juta rupiah_,” terang Aus Sawaruddin.

Upaya Pemadaman dan Imbauan

Petugas gabungan dari Kecamatan Banyuputih, BPBD Situbondo, Koramil, Polsek, 4 personil Damkar, 2 personil Satpol-PP, dan warga dusun setempat melakukan pemadaman, assesmen, dan pendataan di lokasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan Pemdes. Fokus saat ini pendataan dan mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran susulan,” jelas Aus.

Pihak kecamatan mengimbau warga agar berhati-hati saat membakar sampah atau dedaunan di musim kemarau dan angin kencang.

“Jangan membakar sembarangan, apalagi di dekat jurang atau lahan kosong. Percikan kecil bisa jadi besar kalau terbawa angin,” pungkas Aus.

Pewarta: Pika Gustina Sari

 

 

By IK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *