
suarabalumbung.com, Situbondo – Ketua TAPM (Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kahfi Hasan Alfi menekankan pentingnya tertib administrasi dan pelaporan, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari bentuk akuntabilitas dan transparansi yang wajib dilaksanakan oleh Pengurus BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Hal itu dipaparkan pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus BUMDes Seruni di Balai Desa Lerante, Kecamatan Asembagus, Kamis (15/1/2026).
Pemuda asal Lamongan itu juga menyampaikan desain teknis laporan BUMDes dengan berbasis aplikasi sebagaimana yang di atur dalam Keputusan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Nomor 136 Tahun 2022 tentang Panduan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes. Hal itu merupakan aturan turunan dari Permendes Nomor 3 Tahun 2021 tentang pendaftaran, pendataan, pemeringkatan, pembinaan, pengembangan, serta pengadaan barang/jasa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama.
“Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus BUMDes adalah program untuk meningkatkan kemampuan manajerial, teknis, dan kewirausahaan pengurus agar BUMDes profesional, mandiri, serta mampu menggerakkan ekonomi desa dengan materi seperti Manajemen Tata Kelola BUMDes, Manajemen Keuangan, Pemasaran, Pengembangan Produk, Penyusunan Rencana Bisnis, dan Pemanfaatan Potensi Lokal, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan menciptakan lapangan kerja di Desa,” urai Kahfi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Kasi Ekbang Kecamatan Asembagus , Mahyari, Pendamping Desa Kecamatan Asembagus Zainul Arifin, Kepala Desa Perante , Hadjari. Sejumlah pengurus BUMDes Seruni beserta perangkat desa, juga hadir.
Kepala Desa Perante Hadjari menyampaikan apresiasi pada pengurus BUMDes Seruni yang masih tetap semangat sampai saat ini. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas agar BUMDes lebih profesional, akuntabel dan transparan dalam pengelolaan keuangan.
“Kami berharap agar ilmu yang didapat bisa diterapkan untuk mendorong ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan menekankan transparansi dan kolaborasi,” harap Hadjari.
Saat memasuki proses diskusi dan tanya jawab dari peserta, peserta sangat semangat dan antusias, akhir sesi dari rangkaian acara ini ditutup dengan sesi foto bersama.(za)
Editor: Pika Gustina Sari
