Sel. Apr 14th, 2026

Situbondo, suarabalumbung.com – Menjelang adzan isya’ Pendopo Rakyat Situbondo bergerak tenang, beberapa orang yang berseragam hitam yang tak lain ialah para pengurus DKS yang menjadi penyelenggara kegiatan malam penghargaan menunggu dengan ramah sembari menunjukkan tanda kehadiran pada lembar kertas bagi yang datang, baik yang sendirian, berpasangan, atau rombongan. wajah-wajah yang mewarnai suasana malam yang ragu-ragu untuk hujan, namun isi ruangannya justru semarak oleh suara tepuk tangan dan langkah-langkah peserta yang menunggu giliran dipanggil. Dewan Kesenian Situbondo (DKS) malam itu menggelar penyerahan hadiah untuk tiga ajang sekaligus yaitu LCLS, LCPS, dan LFPAI pada malam Jum’at, 11 Desember 2025.

Di barisan kursi depan, Bupati Situbondo Mas Rio hadir menyaksikan jalannya acara dan didampingi istri tercintanya yang akrab disapa Mbak Una. Serta beberapa pejabat pun turut hadir dari berbagai instansi kepemerintahan Situbondo. Sesekali Mas Rio mengangguk kecil, tersenyum seolah mengakui adanya energi baru yang tumbuh dari suasana malam itu.

Nama-nama pemenang mulai dipanggil satu per satu, dan perlahan para siswa dari Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Arsyad dibawah asuhan Kiai Ahmad Ubaidillah, yang beralamat di Kertosari, Kecamatan Asembagus, menjadi perhatian utama.

Dari tingkat SMP/MTs, Ahmad Ali Firdaus dari SMP Khamas dipanggil dua kali: pertama untuk Juara Harapan 1 LCPS, kemudian kembali untuk menerima Juara 1 LFPAI. Di tangannya, Piala Bupati berpindah sebagai tanda penghargaan atas kerja keras yang dijalankannya selama ini.

Disusul kemudian Ahmad Zeinal Asiqin, juga dari SMP Khamas, yang dinyatakan sebagai Juara 2 LFPAI. Nama lain dari yayasan yang sama kembali muncul dari tingkat SMK—Bisaivi Cahyo R. dari SMK Khamas, yang memperoleh Juara 2 LFPAI kategori umum.

Sementara itu, dari jajaran pendidik, Ach. Lubaidillah, Kepala SMP Khamas yang juga bagian dari tim kreatif Balakanca, turut memperkuat deretan prestasi yayasan. Ia meraih Juara 1 LFPAI kategori umum serta Harapan 2 LCPS, membawa pulang dua penghargaan sekaligus.

Seperti ketentuan lomba, seluruh juara pertama menerima Piala Bupati, yang malam itu diberikan langsung oleh Mas Rio sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kreativitas generasi muda.

Usai acara, Ahmad Rijal, Ketua Yayasan Salafiyah Syafi’iyah Nurul Arsyad, dihubungi di tempat berbeda. Suaranya terdengar tenang, pandangannya menggantung ke langit-langit, namun memancarkan kebanggaan yang tak ditutup-tutupi.

“Anak-anak ini sudah menunjukkan apa yang bisa mereka capai bila diberi ruang,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa yayasan berkomitmen memastikan setiap lembaga di bawah naungannya menjadi tempat yang benar-benar mendorong minat dan bakat siswa untuk tumbuh. “Kami akan terus berupaya meningkatkan mutu seluruh lembaga agar mampu memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para siswa untuk berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kreativitas, keterampilan, dan pembentukan karakter.”

Malam itu pun berakhir dengan perasaan lega dan puas bagi banyak pihak. Para siswa dan guru dari Kertosari pulang di bawah gerimis membawa piala, piagam, dan uang pembinaan, tetapi lebih dari itu, mereka membawa cerita tentang bagaimana kerja keras, keberanian mencoba, dan lingkungan yang mendukung mampu mengantarkan mereka berdiri di ruang penghargaan kabupaten.

By redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *